Dalam upaya memberantas judi online judi bola yang semakin marak di Indonesia, pemerintah mulai menggandeng operator seluler untuk mengambil langkah proaktif. Salah satu rencana terbaru adalah memberikan notifikasi langsung kepada pengguna yang terindikasi terlibat dalam aktivitas taruhan bola online. Langkah ini bertujuan untuk memberikan peringatan dini sekaligus menekan angka partisipasi masyarakat dalam praktik ilegal tersebut.
Melalui kerja sama ini, operator seluler akan menggunakan data jaringan untuk mendeteksi aktivitas pengguna yang sering mengakses situs atau aplikasi judi online. Pengguna yang teridentifikasi akan menerima notifikasi berupa pesan singkat yang berisi peringatan tentang konsekuensi hukum dan dampak negatif dari judi online. Notifikasi ini diharapkan menjadi pengingat tegas bagi pengguna agar menghentikan aktivitasnya sebelum menghadapi tindakan hukum lebih lanjut.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi pemberantasan judi online secara menyeluruh. Selain mengandalkan pemblokiran situs dan aplikasi, pemerintah ingin memanfaatkan teknologi untuk mengedukasi masyarakat secara langsung. Operator seluler dianggap memiliki posisi strategis untuk menjangkau pengguna dengan cepat dan efisien. Dengan demikian, pengguna tidak hanya diingatkan, tetapi juga diberi pemahaman tentang risiko hukum dan sosial dari judi online.
Namun, langkah ini tidak lepas dari tantangan, terutama terkait privasi pengguna. Pemerintah dan operator seluler harus memastikan bahwa proses deteksi dan pengiriman notifikasi dilakukan dengan tetap menghormati hak privasi pelanggan. Dengan implementasi yang tepat, inisiatif ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam mengurangi angka pelaku judi online di Indonesia, sekaligus membangun kesadaran kolektif akan bahayanya aktivitas